Kamis, 27 Desember 2012

It's You


“Ketika orang yang kamu sayang tiba-tiba meninggalkanmu, apa yang akan kamu lakukan demi bisa membuatnya kembali kepelukanmu? Apakah kamu akan mengejar matahari sampai terbenam ? Ataukah kamu akan menyebrangi lautan dengan ke 4 samudera didalamnya? Ataukah kamu akan menangis begitu saja”.
      Aku ditinggalkan oleh orang yang ku sayang, entah karna apa tiba-tiba saja dia pergi. Sewaktu putus dia bilang sama gue kalau dia udah bosen sama gue. Dan kata terakir dari dia yang gue inget sampe skarang itu dia cuma bilang “Lo bisa kok tanpa gue J”. Gue ga ngerti sama jalan pikirannya, apa coba yang dia pikirin sampe-sampe ninggalin gue kaya gini.
       Padahal 2 tahun itu waktu yang cukup lama untuk KITA. Aku suka melihat bintang yang bertaburan di langit pada malam hari. Itu membuatku sedikit nyaman. Aku adalah salah satu mahasiswi dari suatu universitas di Jakarta, namaku Silia Oktaviany. Aku mempunyai 1 sahabat setia yang selalu menemaniku di dunia yang membosankan ini, sebut saja dia Tiara.
      Semenjak putus dari Rafa aku jadi galau akut gitu, susah sih sebenernya ngelupain orang yang bener bener aku sayang. Rasanya jahat banget kalau perasaan yang mendalam dihempaskan begitu aja dengan mudah, tanpa pertimbangan. Aku masih sering bertemu dengannnya di kampus. Setiap bertemu dengannya, aku pasti menghindar, aku takut aku tak bisa mengendalikan perasaanku , yang ada nanti hanyalah tangisan. Tangisan cengeng dari mataku yang tak bisa ku bendung. Aku lemah, lemah karena DIA.
      Seperti biasa siang ini aku duduk di taman belakang kampus, dengan meminum jus kesukaanku yaitu jus alpukat buatan bu ira salah satu pedagang dikantin. Tiba-tiba ada sesuatu benda yang jatuh tepat dihadapanku.
“Kaya ada yang nimpuk gue dari belakang, siapa ya?”. Ucapku sambil mencari siapa orang tersebut.
“Padahal disini kan sepi”. Ucapku.
Lalu kuambil benda tersebut yang ternyata adalah secarik kertas yang digulung berbentuk bola. Kubuka kertas itu dan terdapat tulisan “Jus Alpukat” dengan emot senyum disampingnya.
“Ini siapa lagi yang iseng lempar lempar kertas, jangan jangan……”. Ucapku yang mulai penasaran.
“Wayoooo!”. Ucap Tiara yang tiba-tiba mengagetkanku
“Ah elo! Ngagetin aja, Eh ra moso tadi ada yang nimpuk gue pake kertas, trus ada tulisannya”Jus Alpukat” pake emot senyum gitu, siapa ya ?”. Tanyaku
“Perasaan lo aja kali, mungkin dia iseng, udah jangan dipikirin”. Ucapnya.
“Iya kali ya?”. Ucapku lalu terdiam.
“Udahlah lupain aja, palingan dia pengen buang sampah”. Cetusnya.
“Tapi kenapa arahnya ke gue ? lo pikir gue tempat sampah?”. Jawabku gerutu.
“Wkwkwk bercanda cintah”. Ucap Tiara sambil merangkul ku lalu kami pun pergi.
      Sesampainya dirumah………
“Assalamu’alaikum mah?”.
“Wa’alaikumsalam, oya sil ada bingkisan buat kamu”.
“Dari siapa mah?”.
“Mama juga gak tau,ga ada namanya, tadi mama temuin di depan pintu rumah, Cuma ada tulisan ‘untuk Silia Oktaviany’ jadi mama ambil aja”.
“Bingkisan? Gak pernah aku dapet bingkisan kecuali dari Rafa, kenapa bisa ada bingkisan?”. Gumamku.
“Trus bingkisannya mana ma?”.
“Mama taro dikamar kamu”.
      Langsung saja aku naik ke tangga menuju kamar, lalu kututup pintu kamar rapat-rapat. Aku melihat bingkisan itu, bingkisan berbentuk kotak kecil yang dibungkus oleh kertas kado warna putih dan ada gambar Winnie the pooh disetiap sisinya, dan ada pita merah diatasnya yang terhubung dengan secarik kertas yang bertuliskan namaku.
“Kira-kira siapa ya yang ngirim ini?”. Ucapku sambil memegang bingkisan itu.
Kubuka bingkisan itu dan didalamnya ada kertas lagi, kertas yang agak tebal dengan gambar pasangan yang sedang duduk dibawah langit yang penuh bintang dan ada tulisan “kamu” dipojok kanan kertas itu.
“Apa sih ini maksudnya, tadi siang ‘Jus Alpukat’ sekarang gambar, ini siapa yang ngirim?”. Pikirku.
“Apa jangan-jangan………’Rafa? pasti dia”.
      Esoknya ku ceritakan semuanya ke Tiara tentang bingkisan itu, Tiara bilang “coba lo Tanya aja langsung ke Rafanya’, tapi aku takut untuk menanyakannya, bertemu dengannya saja aku langsung menghindar apalagi ngomong secara langsung. Gumamku
      Tapi aku mencoba untuk berani menanyakannya, tak lama kemudian Rafa lewat tepat dihadapan kami berdua. Tiara langsung menjorokiku.
“Ehm Raf?”. Ucapku gemetar.
“Elo, knapa?”.
“Ehm yang nimpuk gue waktu siang-siang itu lo bukan? Trus yang ngirim bingkisan gambar itu lo bukan?”.
“Kertas? Bingkisan? Kapan gue ngirimnya? Lo salah orang kali”. Jawabnya lalu pergi.
“aduh bego banget sih gue, jadi mati gaya kan tuh tadi”. Ucapku sambil menyesali perbuatanku.
“Gimana kata Rafa?”. Tanya Tiara.
“Harusnya gue ga nanya tentang ini ke dia”.
“loh emang kenapa?”.
“Harusnya kita selidikin dulu, jangan maen tuduh aja, gue kan jadi mati gaya kalo bukan Rafa pelakunya”. Jelasku.
“Jadi bukan Rafa?”.
“Iya bukan dia, tapi Rafa tambah ganteng yak?”. Ucapku sambil senyam senyum sendiri.
“Yehhhh elo malah ke sem-sem gituh-__-”.
     Semenjak itu aku jadi berfikir apa maksud dari semua ini, kalo bukan Rafa siapa pelakunya? Aku dan Tiara mencoba mencari siapa orangnya tapi selalu gagal dan gak pernah berhasil. Aku jadi semakin penasaran. ‘Jus Alpukat dan ‘Bingkisan’ itu artinya apa?
3 Hari kemudian…
      Hari ini kebetulan hari libur, aku dan Tiara bermaksud pergi mengunjungi café ice cream dekat rumah Tiara. Saat sampai disana terlihat disebrang jalan ada Rafa baru kelauar dari mobil silvernya, lalu dari arah depannya ada seorang gadis yang tiba-tiba memeluknya.
“Sil? Lo kok bengong sih? Hellooooooooooooooo Siliaaaa?”. Ucap Tiara.
“Ra itu liat Rafa disebrang jalan”. Ucapku yang hampir menangis.
“Oh iya bener, itu cewenya siapa ya? Udah sil sabar ya?”.
      Tiara pun mengajakku masuk ke café ice cream, dia mencoba menghiburku yang sudah menangis, rasanya nyesek senyesek-nyeseknya orang nyesek L. Tiara memesankan aku ice cream.
“Anjrit ra! Nyesek banget gue, apa coba maksudnya dia kaya gitu? Mau pamer apa kalo dia udah punya yang baru?”. Ucapku.
“Sabar sil, sapa tau itu sodaranya”. Ucap Tiara mencoba menghibur.
“Udah 2 tahun ra gue pacaran, lo lupa? Gue udah kenal semua keluarganya”.
“Iya juga sih, yaudah tenangin diri lo dulu”.
Gak lama kemudian status Rafa di bbm berubah jadi ’20J’”.
“Aaahh jadi nyesek beneran kan?”. Ucapku sambil menunjukan status bbm ke tiara.
      Tangisanku mulai susah untuk dihentikan, aku tak tau apa kesalahanku hingga aku dibuat seperti ini olehnya, seingatku aku tidak punya masalah dengannya bahkan keluarganya. Tapi kenapa semua jadi begini.
“Sabar sil, mantan lo cuma lagi dipinjem orang, ntar kalau dia tau majikannya ga lebih baik dari elo,dia pasti bakal balik lagi kok. WOLES.....". Ucap Tiara.
“Hehe Amin, makasi ra”. Ucapku.
 lalu tiba-tiba ada pelayan yang mengantarkan ice cream stroberi super besar dengan banyak coklat diatasnya. Biasanya hanya Rafa yang memesankan ice cream itu padaku.
“Tapi mas, saya gak pesen ini, ini kan mahal”. Ucapku sambil menghapus air mataku.
“Oh ini sudah dibayar mba, saya Cuma disuruh untuk mengantarnya saja, nama mba Silia Oktaviany bukan?”. Tanyanya.
“Iya itu nama saya, siapa orang yang nyuruh mas?”. Tanyaku.
“Oh orangnya udah pergi mba, tadi dia duduk disebelah situ”. Ucapnya sambil menunjuk ketempat duduk yang ada di dalam.
“Bearti jangan-jangan orang itu tadi deket sama kita dong ra?”.
“Iya! Kok kita bisa gak sadar ya?”.
“Kita telat ra, pasti dia udah pergi jauh”.
**********************************************************************
      Malam ini aku bergalau ria dikamarku dan kebetulan hari ini Tiara menginap dirmahku, kami mendengarkan lagu ‘Secondhand serenade-Awake’. Entah kenapa lagu ini sangat mengingatkanku kepada Rafa, aku tak bisa melupakannya sama sekali, Kadang aku berusaha keras mencari jawaban yang sebenarnya tak pantas jadi pertanyaan. kenapa kita berpisah?. Selalu pertanyaan itu yang ada dalam pikiranku.
      Dulu saat kita bersama, banyak hal bodoh yang kita lakukan disetiap saat, tapi sekarang, hanya bisa mengingat manis, tapi miris. Kalau diingat-ingat dulu ternyata kita manis juga ya, tapi sekarang kenapa semua terasa pahit? Apa karena sudah jadi kenangan?. Aku merindukanmu, kalau aku mengingatmu seakan-akan ada luka yang membekas. Ibarat lukanya di kamu, terasa sakitnya di aku.
            Aku juga masih memikirkan orang misterius itu, sebenarnya dia itu siapa? Kenapa dia bisa tau aku menyukai jus alpukat, kenapa dia bisa tau aku suka memandangi bintang dilangit pada malam hari, kenapa dia bisa tau saat aku bersama Rafa dulu kami pasti memesan ice cream super besar dengan banyak coklat diatasnya. Ini seperti teka-teki yang harus aku pechakan.
5 Hari kemudian…
      Aku mendapat bbm dari Rafa, dia bilang dia ingin bertemu denganku ditaman malam ini juga. Tanpa pikir panjang aku langsung pamit dan langsung menemuinya, aku juga sangat senang hari ini bisa bertemu dengannya.
Sesampainya disana…
Aku melihatnya berdiri disana sedang memegang sesuatu.
“Raf?”. Sapaku.
“Hay sil”. Ucapnya sambil tersenyum.
“Jadi kenapa lo manggil gue kesini?”. Tanyaku.
“Ehm sebenernya……
“Sebenernya kenapa?”.
“Ehm lo inget ini gak ?”. Ucapnya sambil menyodorkan kertas lecek yang bertuliskan ‘Jus alpukat’ dengan emot disampingnya.
“Itu kan…………”. Ucapku kaget saat melihat kertas yang pernah kutemukan itu.
“Trus lo inget gambar ini ga ?”. Ucapnya sambil menunjukan kertas yang agak tebal dengan gambar pasangan yang sedang duduk dibawah langit yang penuh bintang dan ada tulisan “kamu” dipojok kanan kertas itu.
“Itu kan kertas yang ada di bingkisan waktu itu, jadi slama ini……”
“Iya itu gue yang ngirim, ice cream super besar itu juga gue yang beliin diem2 buat lo”.
“Tapi kenapa waktu itu pas gue tanya, lo bilang lo gatau apa2?”.
*Dia cuma tersenyum*
“Trus lo kan udah punya cewe”.
“Kata siapa?”.
“Status lo di bbm yang 20J itu apa ? Trus waktu itu di sebrang café ice cream lo di peluk sama cewek, itu siapa ?”. Ucapku lalu menangis.
“Itu sahabat gue dari kecil yang datang dari Makassar, dia ulang tahun tanggal 20 makanya gue tulis di bbm 20J”. Ucapnya sambil tersenyum.
      Lalu Rafa membuka gambar itu dan dia membuka kertas itu, ternyata dibalik gambar pasangan yang sedang duduk dibawah langit yang penuh bintang itu ada tulisan “Aku sangat menyayangimu, aku tidak bisa berhenti memikirkanmu sedikitpun” dan disitu tertulis nama ‘Rafa’.
“Ini semua maksudnya apa sih ?”. Tanyaku.
“Gue Cuma ngetes lo doang sil, maaf ya, gue gak bermaksud kaya gitu, gue nguji diri gue sendiri, apa gue bisa jalanin hari gue tanpa lo, nyatanya semuanya gagal, gue gak bisa! Gue malah semakin takut kehilangan lo, maafin gue ya”. Ucapnya sambil memelukku.
“Jadi slama ini lo ngetes gue doang ? tapi kenapa sampe putus ?”. gue sampe nangisin lo tau gak! Jahat banget si lo!”.
“Oh ya? lo nangisin gue? Maaf ya Silia udah buat lo kaya gini maaf bangeeeet!”. Ucapnya sambil mengusap air mataku.
“Awalnya gue itu pura-pura benci & lupa sama lo, tapi akhirnya gue sadar pura-pura benci & lupa itu Cuma nyakitin diri gue sendiri karna sebenernya gue ga bisa benci dan lupa sama lo, Lo mau gak jadi pendamping hidup gue lagi?”. Pintanya.
“Kita kan belom putus, 2 minggu yang lalu itu Cuma ngetes doang kan ? bearti putusnya putus boongan ?”. Ucapku sambil ngeledek.
“Bisa aja lo, bearti kita jadian lagi kan?”. Ucapnya.
“Iyak iyak”.
“Gue sayang lo banget Silia Oktaviany”. Ucapnya sambil memelukku lalu mencium keningku.
      Kamu bukan mantan. Kamu adalah seseorang yang pernah aku miliki. Sampai suatu saat kita akan saling memiliki lagi. Dan itu benar, sekarang kau menjadi milikku lagi. Awalnya membiasakan diri pada perpisahan itu memang sulit, tapi bukan berarti tidak akan berhasil dilakukan bukan ?.
      Menjadi orang yang sangat dicintai memeberiku kekuatan, sementara mencintai seseorang secara mendalam, memberiku keberanian untuk bisa berada disampingmu.




      Aku akan menjagamu dengan kasih sayangku hingga sampai saatnya nanti kamu bilang: aku harus pergi, kamu tidak perlu lagi menjagaku, dan kamu tidak usah takut untuk sendirian, karena akulah yang akan menjagamu dari atas sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar