“Ketika orang yang kamu sayang tiba-tiba
meninggalkanmu, apa yang akan kamu lakukan demi bisa membuatnya kembali
kepelukanmu? Apakah kamu akan mengejar matahari sampai terbenam ? Ataukah kamu
akan menyebrangi lautan dengan ke 4 samudera didalamnya? Ataukah kamu akan
menangis begitu saja”.
Aku
ditinggalkan oleh orang yang ku sayang, entah karna apa tiba-tiba saja dia
pergi. Sewaktu putus dia bilang sama gue kalau dia udah bosen sama gue. Dan
kata terakir dari dia yang gue inget sampe skarang itu dia cuma bilang “Lo bisa
kok tanpa gue J”. Gue ga ngerti sama jalan
pikirannya, apa coba yang dia pikirin sampe-sampe ninggalin gue kaya gini.
Padahal 2 tahun itu waktu yang cukup lama
untuk KITA. Aku suka melihat bintang yang bertaburan di langit pada malam hari.
Itu membuatku sedikit nyaman. Aku adalah salah satu mahasiswi dari suatu
universitas di Jakarta, namaku Silia Oktaviany. Aku mempunyai 1 sahabat setia
yang selalu menemaniku di dunia yang membosankan ini, sebut saja dia Tiara.
Semenjak
putus dari Rafa aku jadi galau akut gitu, susah sih sebenernya ngelupain orang
yang bener bener aku sayang. Rasanya jahat banget kalau perasaan yang mendalam dihempaskan
begitu aja dengan mudah,
tanpa pertimbangan. Aku masih sering bertemu dengannnya di kampus.
Setiap bertemu dengannya, aku pasti menghindar, aku takut aku tak bisa
mengendalikan perasaanku , yang ada nanti hanyalah tangisan. Tangisan cengeng
dari mataku yang tak bisa ku bendung. Aku lemah, lemah karena DIA.
Seperti
biasa siang ini aku duduk di taman belakang kampus, dengan meminum jus
kesukaanku yaitu jus alpukat buatan bu ira salah satu pedagang dikantin.
Tiba-tiba ada sesuatu benda yang jatuh tepat dihadapanku.
“Kaya ada yang nimpuk gue dari belakang, siapa
ya?”. Ucapku sambil mencari siapa orang tersebut.
“Padahal disini kan sepi”. Ucapku.
Lalu kuambil benda tersebut yang ternyata adalah
secarik kertas yang digulung berbentuk bola. Kubuka kertas itu dan terdapat
tulisan “Jus Alpukat” dengan emot senyum disampingnya.
“Ini siapa lagi yang iseng lempar lempar kertas,
jangan jangan……”. Ucapku yang mulai penasaran.
“Wayoooo!”. Ucap Tiara yang tiba-tiba
mengagetkanku
“Ah elo! Ngagetin aja, Eh ra moso tadi ada yang
nimpuk gue pake kertas, trus ada tulisannya”Jus Alpukat” pake emot senyum gitu,
siapa ya ?”. Tanyaku
“Perasaan lo aja kali, mungkin dia iseng, udah
jangan dipikirin”. Ucapnya.
“Iya kali ya?”. Ucapku lalu terdiam.
“Udahlah lupain aja, palingan dia pengen buang
sampah”. Cetusnya.
“Tapi kenapa arahnya ke gue ? lo pikir gue tempat
sampah?”. Jawabku gerutu.
“Wkwkwk bercanda cintah”. Ucap Tiara sambil
merangkul ku lalu kami pun pergi.
Sesampainya dirumah………
“Assalamu’alaikum mah?”.
“Wa’alaikumsalam, oya sil ada bingkisan buat kamu”.
“Dari siapa mah?”.
“Mama juga gak tau,ga ada namanya, tadi mama
temuin di depan pintu rumah, Cuma ada tulisan ‘untuk Silia Oktaviany’ jadi mama
ambil aja”.
“Bingkisan? Gak pernah aku dapet bingkisan
kecuali dari Rafa, kenapa bisa ada bingkisan?”. Gumamku.
“Trus bingkisannya mana ma?”.
“Mama taro dikamar kamu”.
Langsung
saja aku naik ke tangga menuju kamar, lalu kututup pintu kamar rapat-rapat. Aku
melihat bingkisan itu, bingkisan berbentuk kotak kecil yang dibungkus oleh
kertas kado warna putih dan ada gambar Winnie the pooh disetiap sisinya, dan
ada pita merah diatasnya yang terhubung dengan secarik kertas yang bertuliskan
namaku.
“Kira-kira siapa ya yang ngirim ini?”. Ucapku
sambil memegang bingkisan itu.
Kubuka bingkisan itu dan didalamnya ada kertas
lagi, kertas yang agak tebal dengan gambar pasangan yang sedang duduk dibawah
langit yang penuh bintang dan ada tulisan “kamu” dipojok kanan kertas itu.
“Apa sih ini maksudnya, tadi siang ‘Jus Alpukat’
sekarang gambar, ini siapa yang ngirim?”. Pikirku.
“Apa jangan-jangan………’Rafa? pasti dia”.
“Apa jangan-jangan………’Rafa? pasti dia”.
Esoknya
ku ceritakan semuanya ke Tiara tentang bingkisan itu, Tiara bilang “coba lo Tanya
aja langsung ke Rafanya’, tapi aku takut untuk menanyakannya, bertemu dengannya
saja aku langsung menghindar apalagi ngomong secara langsung. Gumamku
Tapi
aku mencoba untuk berani menanyakannya, tak lama kemudian Rafa lewat tepat
dihadapan kami berdua. Tiara langsung menjorokiku.
“Ehm Raf?”. Ucapku gemetar.
“Elo, knapa?”.
“Ehm yang nimpuk gue waktu siang-siang itu lo
bukan? Trus yang ngirim bingkisan gambar itu lo bukan?”.
“Kertas? Bingkisan? Kapan gue ngirimnya? Lo salah
orang kali”. Jawabnya lalu pergi.
“aduh bego banget sih gue, jadi mati gaya kan tuh
tadi”. Ucapku sambil menyesali perbuatanku.
“Gimana kata Rafa?”. Tanya Tiara.
“Harusnya gue ga nanya tentang ini ke dia”.
“loh emang kenapa?”.
“Harusnya kita selidikin dulu, jangan maen tuduh
aja, gue kan jadi mati gaya kalo bukan Rafa pelakunya”. Jelasku.
“Jadi bukan Rafa?”.
“Iya bukan dia, tapi Rafa tambah ganteng yak?”.
Ucapku sambil senyam senyum sendiri.
“Yehhhh elo malah ke sem-sem gituh-__-”.
Semenjak
itu aku jadi berfikir apa maksud dari semua ini, kalo bukan Rafa siapa
pelakunya? Aku dan Tiara mencoba mencari siapa orangnya tapi selalu gagal dan
gak pernah berhasil. Aku jadi semakin penasaran. ‘Jus Alpukat dan ‘Bingkisan’
itu artinya apa?
3 Hari kemudian…
Hari
ini kebetulan hari libur, aku dan Tiara bermaksud pergi mengunjungi café ice
cream dekat rumah Tiara. Saat sampai disana terlihat disebrang jalan ada Rafa
baru kelauar dari mobil silvernya, lalu dari arah depannya ada seorang gadis
yang tiba-tiba memeluknya.
“Sil? Lo kok bengong sih? Hellooooooooooooooo
Siliaaaa?”. Ucap Tiara.
“Ra itu liat Rafa disebrang jalan”. Ucapku yang hampir
menangis.
“Oh iya bener, itu cewenya siapa ya? Udah sil
sabar ya?”.
Tiara
pun mengajakku masuk ke café ice cream, dia mencoba menghiburku yang sudah
menangis, rasanya nyesek senyesek-nyeseknya orang nyesek L. Tiara memesankan aku ice cream.
“Anjrit ra! Nyesek banget gue, apa coba maksudnya
dia kaya gitu? Mau pamer apa kalo dia udah punya yang baru?”. Ucapku.
“Sabar sil, sapa tau itu sodaranya”. Ucap Tiara
mencoba menghibur.
“Udah 2 tahun ra gue pacaran, lo lupa? Gue udah
kenal semua keluarganya”.
“Iya juga sih, yaudah tenangin diri lo dulu”.
Gak lama kemudian status Rafa di bbm berubah jadi
’20J’”.
“Aaahh jadi nyesek beneran kan?”. Ucapku sambil
menunjukan status bbm ke tiara.
Tangisanku
mulai susah untuk dihentikan, aku tak tau apa kesalahanku hingga aku dibuat
seperti ini olehnya, seingatku aku tidak punya masalah dengannya bahkan
keluarganya. Tapi kenapa semua jadi begini.
“Sabar sil, mantan lo cuma lagi dipinjem orang,
ntar kalau dia tau
majikannya ga lebih baik dari elo,dia pasti bakal balik lagi kok. WOLES.....". Ucap Tiara.
“Hehe Amin, makasi ra”. Ucapku.
lalu
tiba-tiba ada pelayan yang mengantarkan ice cream stroberi super besar dengan
banyak coklat diatasnya. Biasanya hanya Rafa yang memesankan ice cream itu
padaku.
“Tapi mas, saya gak pesen ini, ini kan mahal”.
Ucapku sambil menghapus air mataku.
“Oh ini sudah dibayar mba, saya Cuma disuruh
untuk mengantarnya saja, nama mba Silia Oktaviany bukan?”. Tanyanya.
“Iya itu nama saya, siapa orang yang nyuruh mas?”.
Tanyaku.
“Oh orangnya udah pergi mba, tadi dia duduk
disebelah situ”. Ucapnya sambil menunjuk ketempat duduk yang ada di dalam.
“Bearti jangan-jangan orang itu tadi deket sama
kita dong ra?”.
“Iya! Kok kita bisa gak sadar ya?”.
“Kita telat ra, pasti dia udah pergi jauh”.
**********************************************************************
Malam
ini aku bergalau ria dikamarku dan kebetulan hari ini Tiara menginap dirmahku,
kami mendengarkan lagu ‘Secondhand serenade-Awake’. Entah kenapa lagu ini
sangat mengingatkanku kepada Rafa, aku tak bisa melupakannya sama sekali, Kadang
aku berusaha keras mencari jawaban yang sebenarnya tak pantas jadi pertanyaan. kenapa
kita berpisah?. Selalu pertanyaan itu yang ada dalam pikiranku.
Dulu
saat kita bersama, banyak hal bodoh yang kita lakukan disetiap saat, tapi
sekarang, hanya bisa mengingat manis, tapi miris. Kalau diingat-ingat dulu
ternyata kita manis
juga ya, tapi sekarang kenapa semua terasa pahit? Apa karena sudah jadi
kenangan?. Aku merindukanmu, kalau aku mengingatmu seakan-akan ada luka yang
membekas. Ibarat lukanya di kamu, terasa sakitnya di aku.
Aku juga masih memikirkan orang misterius
itu, sebenarnya dia itu siapa? Kenapa dia bisa tau aku menyukai jus alpukat,
kenapa dia bisa tau aku suka memandangi bintang dilangit pada malam hari,
kenapa dia bisa tau saat aku bersama Rafa dulu kami pasti memesan ice cream
super besar dengan banyak coklat diatasnya. Ini seperti teka-teki yang harus
aku pechakan.
5 Hari kemudian…
Aku
mendapat bbm dari Rafa, dia bilang dia ingin bertemu denganku ditaman malam ini
juga. Tanpa pikir panjang aku langsung pamit dan langsung menemuinya, aku juga
sangat senang hari ini bisa bertemu dengannya.
Sesampainya disana…
Aku melihatnya berdiri disana sedang memegang
sesuatu.
“Raf?”. Sapaku.
“Hay sil”. Ucapnya sambil tersenyum.
“Jadi kenapa lo manggil gue kesini?”. Tanyaku.
“Ehm sebenernya……
“Sebenernya kenapa?”.
“Ehm lo inget ini gak ?”. Ucapnya sambil
menyodorkan kertas lecek yang bertuliskan ‘Jus alpukat’ dengan emot
disampingnya.
“Itu kan…………”. Ucapku kaget saat melihat kertas
yang pernah kutemukan itu.
“Trus lo inget gambar ini ga ?”. Ucapnya sambil
menunjukan kertas yang agak tebal dengan gambar pasangan yang sedang duduk
dibawah langit yang penuh bintang dan ada tulisan “kamu” dipojok kanan kertas
itu.
“Itu kan kertas yang ada di bingkisan waktu itu,
jadi slama ini……”
“Iya itu gue yang ngirim, ice cream super besar
itu juga gue yang beliin diem2 buat lo”.
“Tapi kenapa waktu itu pas gue tanya, lo bilang
lo gatau apa2?”.
*Dia cuma tersenyum*
“Trus lo kan udah punya cewe”.
“Kata siapa?”.
“Status lo di bbm yang 20J itu apa ? Trus waktu itu di sebrang café ice cream lo
di peluk sama cewek, itu siapa ?”. Ucapku lalu menangis.
“Itu sahabat gue dari kecil yang datang dari
Makassar, dia ulang tahun tanggal 20 makanya gue tulis di bbm 20J”.
Ucapnya sambil tersenyum.
Lalu
Rafa membuka gambar itu dan dia membuka kertas itu, ternyata dibalik gambar pasangan
yang sedang duduk dibawah langit yang penuh bintang itu ada tulisan “Aku sangat
menyayangimu, aku tidak bisa berhenti memikirkanmu sedikitpun” dan disitu
tertulis nama ‘Rafa’.
“Ini semua maksudnya apa sih ?”. Tanyaku.
“Gue Cuma ngetes lo doang sil, maaf ya, gue gak
bermaksud kaya gitu, gue nguji diri gue sendiri, apa gue bisa jalanin hari gue
tanpa lo, nyatanya semuanya gagal, gue gak bisa! Gue malah semakin takut
kehilangan lo, maafin gue ya”. Ucapnya sambil memelukku.
“Jadi slama ini lo ngetes gue doang ? tapi kenapa
sampe putus ?”. gue sampe nangisin lo tau gak! Jahat banget si lo!”.
“Oh ya? lo nangisin gue? Maaf ya Silia udah buat
lo kaya gini maaf bangeeeet!”. Ucapnya sambil mengusap air mataku.
“Awalnya gue itu pura-pura benci & lupa sama
lo, tapi akhirnya gue sadar pura-pura benci & lupa itu Cuma nyakitin diri
gue sendiri karna sebenernya gue ga bisa benci dan lupa sama lo, Lo mau gak
jadi pendamping hidup gue lagi?”. Pintanya.
“Kita kan belom putus, 2 minggu yang lalu itu Cuma
ngetes doang kan ? bearti putusnya putus boongan ?”. Ucapku sambil ngeledek.
“Bisa aja lo, bearti kita jadian lagi kan?”.
Ucapnya.
“Iyak iyak”.
“Gue sayang lo banget Silia Oktaviany”. Ucapnya
sambil memelukku lalu mencium keningku.
Kamu
bukan mantan. Kamu adalah seseorang yang pernah aku miliki. Sampai suatu saat kita
akan saling memiliki lagi. Dan itu benar,
sekarang kau menjadi milikku lagi. Awalnya membiasakan diri pada perpisahan itu
memang sulit, tapi bukan berarti tidak akan berhasil dilakukan bukan ?.
Menjadi
orang yang sangat dicintai memeberiku kekuatan, sementara mencintai seseorang
secara mendalam, memberiku keberanian untuk bisa berada disampingmu.
Aku
akan menjagamu dengan kasih sayangku hingga sampai saatnya nanti kamu bilang:
aku harus pergi, kamu tidak perlu lagi menjagaku, dan kamu tidak usah takut
untuk sendirian, karena akulah yang akan menjagamu dari atas sini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar