“Love
And The Basketball”
‘Putri Sylvia
Maharani’ yah itulah namaku, aku terkenal dengan sebutan “Anak cupu” di
sekolah. Selalu memakai kacamata besar seperti mata kodok. Teman-temanku hanya
memandangku dengan sebelah mata, mereka hanya menganggapku si “Cewek Cupu” yang
aneh.
Pagi itu saat
sampai disekolah…..
Aku menghirup
sejuknya udara pagi, dan melihat tulisan yang sudah ada didepanku “Welcome to
56 Senior High School”. Walaupun disekolah selalu jadi bahan pembicaraan dan
ejekan tetapi yah, dibawa happy aja.
“Diooon, Diooon,
aaaaaahhhh keren banget”. Itu teriakan cewek-cewek yang suka sama Dion, yah
Dion itu semacam cowok terpopuler disini,dia kapten basket,pintar,baik dan
sopan, yah sepertinya. Dia itu juga cowok yang aku suka disekolah ini hehehe.
tiba-tiba…..
Brrrruuuuaaaakkkkk
!!!!
“Eh,
ehm Dion sorry ya, gue engga sengaja,maaf banget”. Ucapku yang tidak sengaja
menabraknya.
“Elu
lagi, kenapa sih lu nabrak gue terus”. Ucap Dion
“Maaf,
sorry,ehm……..,ehm gue……”. Ucapku terbata-bata
“Lu tuh cewek
cupu disekolah ini kan ? mirip Betty Lavea ya ? ahahahahahah”. Ucap Dion sambil
tertawa.
Karna merasa
diejek,aku pun langsung kembali ke kelas, betapa sakitnya hati ini diejek oleh
orang yang aku sukai..
“Hahahah jangan
gitu lu, tuh kan dia kabur”. Ucap Ricky sahabat Dion
“Biarlah,abis
dia selalu ngerusak hari-hari gue,siapa si namanya?”. Tanya Dion
“Namanya Putri
Sylvia Maharani kelas X-E”. Jawab Ricky.
“Yaudah lah…..”
Kriinnngggggg, krriiingggggg, krriiinnnggggggggg
(Bel Masuk)
Dikelas Dion.
“Pagi anak-anak”.Ucap
Bu Dina guru Bahasa Indonesia
“Pagi buu….”.Ucap
semua anak
“Hari ini ibu
akan membagikan hasil ulangan kemarin, Ibu panggil namanya satu-satu lalu maju
kedepan”. Ucap Bu Dina,lalu tiba giliran Dion dipanggil maju ke depan kelas.
“Dion Noegraha
Triputra”.Ucap Bu Dina memanggil Dion.
“Nilaimu cukup
bagus 89”
“Alhamdulilah”.Ucap
Dion
“Ibu bangga sama
kamu, walaupun kamu kapten basket disekolah ini tetapi semua nilaimu semuanya
bagus,pertahankan ya”. Ucap Bu Dina
“Nilai lu bagus juga,hahahah, cieeeee yang
dipuji guru”. Ledek Ricky
“Apaan sih
lu,engga jelas”. Ledek Dion
Saat pelajaran dimulai…
“Dion,
ssssstttt, Dion”. Bisik salah satu teman cewek Dion yaitu Siska Miranda
“Apa?”. Jawab
Dion
Lalu Siska
mengoper secarik kertas untuk Dion yang bertuliskan “Gue mau jalan sama lu,kita
jalan bareng yah malam mini”.
Dion pun
membacanya dan membalas isi suratnya yang tertulis “Sorry gue engga bisa,
maaf!”
Saat istirahat….
Dion dan
teman-teman satu tim pun ke lapangan untuk latian basket,lapangan pun ramai di
tempati cewek-cewek yang pengen nonton.10 menit disaat latihan berjalan…
“Cuma segitu
kemampuan tim basket SMA 56?”.Ucap salah seorang cowok yang tiba-tiba datang
masuk lapangan.
“Maksud lo apa?
Lo siapa? Main masuk-masuk aja”. Ucap Ricky sedikit kesal
“Kenalin
gue Reno, kapten basket dari SMA 25, siapa si kaptennya? Engga bener
banget”.Ucapnya
“Eh
lo kalo ngomong jangan asal”. Ucap Bayu salah seorang teman Dion satu tim.
“Udah
Bay biarin aja, gue kaptennya. Kenapa? Masalah buat lo?”.Ucap Dion agak emosi.
“Oh
jadi elo kaptennya,pantes ga becus. Gimana kalo kita tanding aja?”.
“Oke,siapa
takut”.
Pertandingan pun dimulai, lapangan
jadi makin rame,aku yang tiba-tiba lewat pun langsung ikut menonton pertandingan
tersebut.Memperhatikannya dari arah yang jauh.Itu caraku mengaguminya.
“Kapten
oper!”. Ucap Bayu
“Langsung
shootttt!”. Ucap Dion
“Bagus
masuk” Ucap raka tim Dion satu tim
20
menit berlalu, score menunjukan SMA 56 lah yang menjadi pemenang kali ini.
Piitttt,
Priittt, Prittttt…
“Sudah
cukup mainnya, apa-apaan kalian ini, Dion dan yang lain kalian masih punya
waktu istirahat 15 menit,dan kalian murid dari SMA 25 sebaiknya kembali ke
sekolah kalian”.Ucap guru olahraga yaitu pak Irfan.
“Cuma
segitu kemampuan lo? Jangan sekali-kali ngermehin tim basket SMA 56,
ngerti?’Ucap Dion.
‘Oke
kapan-kapan kita tanding basket lagi,ini belum selesai!”
“Oke,gue
tunggu KEKALAHAN lo”. Bisik Dion
“Udah
ayo kita kekantin”. Ucap Ricky
Brrruuuaaaaakkkkk!!!!
“Aduh”
“Au”
“Elo
lagi,elo lagi,lo nabrak-nabrak orang mulu”.Ucap Dion kesel
“Eh
sorry tadi gue lagi baca buku”. Ucapku
“Makannya
kalo lagi baca buku jangan sambil jalan, kasian kan orang yang lu tabrak,dasar
cewek aneh’.Ucap Dion
“Maaf,
ya skali lagi maaf banget, ehm gue….”
“Lu
putri kan?”. Tanya Dion
“Kok
lu tau?”
“Jelaslah
gue tau, lu kan cewek aneh di sekolah ini,jangan ke ge’eran dulu”.
“Ehm…”
“Eh,
liat deh cewek mata kodok itu lagi ngobrol sama Dion, ihh engga cocok banget
kan?” Ucap Nita salah seorang teman dari Siska.
Saat mendengar ucapan dari Nita,
Siska pun segera mendekat ke Dion dan Putri.
“Eh
cewek aneh, ngapain lu deket-deket sama cowok gue?”. Ucap Siska dengan
membentak
“Eh
gue tuh bukan cowok lu,engga usah ngaku-ngaku deh”.Ucap Dion yang sedikit
marah.
“Tapi
Dion, lo tuh cuma milik gue”. Ucap Siska.
“Sorry
Siska Maharani, tapi gue engga suka sama lo, walaupun lo cewek terpopuler di
sekolah ini, udah Put lu balik aja ke kelas lu“. Ucap Dion
“Iya.”
Ucapku
Saat pulang sekolah….
Aku selalu
datang ke taman Veros yang ada didekat rumah, hanya di tempat itu lah aku
merasa tenang,aku selalu menyendiri disana sambil membaca buku yang aku bawa.Di
luar sekolah penampilanku berbeda dari biasanya, ketika dirumah aku tidak
memakai kacamata kodok itu,melainkan lensa mata. Diluar sekolah aku juga tidak
berpenampilan cupu seperti di sekolah.Tentang Dion,aku tak tau apa yang ku rasa
saat ini. Aku selalu mengingat saat-saat dimana aku bertabrakan dengannya tadi
di sekolah.Aku selalu dekdekan saat melihat wajahnya,tapi dia tidak mungkin
bisa menyukaiku dan aku pun mulai putus asa….
“Duk,
duk, duk….”. Tiba-tiba ada suara
“itu
siapa?”. Tanya ku dalam hati
Aku
pun mencari letak suara itu berasal, ternyata itu suara Dion yang sedang main
basket dan menuju ke tempat aku duduk, betapa kagetnya aku, karena taman ini
jarang sekali dikunjungi oleh orang-orang.
‘Loh
ada orang? Lo siapa?”. Tanya Dion
Sejenak
aku diam. “Dion engga ngenalin kalo ini gue si cewek aneh”. Bisikku dalam hati.
“Sorry
lu siapa? Kenapa lu disini? Biasanya disini engga ada orang , jadi sorry kalo
gue nanya-nanya”. Ucap Dion
“Ehm…..
gue put, eh gue Via, iya panggil aja Via”. Ucapku
“Oh,
kenalin nama gue Dion, gue main basket dulu ya?”.
“Iya”.
Dion
pun mulai main basket di taman Veros sambil ditemani dengan Via, yah lebih
tepatnya Via yang menyamar menjadi Putri.
15
menit kemudian…….
“Gue
balik dulu ya? Udah sore nih, nanti takut dicariin sama nyokap hehe”. Ucapku
“Ehm
oke deh”. Ucap Dion singkat.
Diperjalanan pulang aku pun kembali
melamun memikirkan dia, tapi gue engga nyangka ya kalo dia itu bisa baik juga
sama gue, mungkin karna dia pikir gue ini bukan si Putri ‘Cewek Cupu aneh’.
Sorry Dion tadi gue ga bermaksud bohongin lu, gue Cuma engga mau kalo lo tau
gue itu adalah Putri, lu pasti bakal ngejauh dari gue sedangkan gue pengen
banget deket sma lo, dan ini kesempatan gue.
Sementara itu
dengan Dion….
“Via…….
Via…………….Via, ah kenapa gue slalu nginget namanya sih? Tapi dia manis”. Ucap
Dion sambil tersenyum.
“Eh,
ngomong apa gue barusan? Via? Aduuhhhhh baru aja kenal, ga mungkin kan kalo gue
naksir dia?”. Ucapnya
Dion pun kembali
pulang kerumah, ditengah perjalanan Dion bertemu dengan sahabatnya Ricky, dia
memberitaukan kabar tentang SMA 25 yang mau ngajak Dion tanding ulang. Dion pun
setuju dan pertandingan itu akan diadakan besok siang sepulang sekolah di
lapangan Veros.
Esoknya saat
disekolah…….
‘Kapten
kita harus siap-siap nih buat tanding basket nanti”. Ucap Bayu
“Iyaa,
gue tau kok! Kita pasti menang”.Ucap Dion dengan enteng.
“Eh
iya di deket taman Veros ada cewek cakep namanya Via, kayanya sih gue baru liat
dia di daerah situ”. Sambung Dion yang sedikit curhat.
“Ciri-cirinya
gimana sob?”. Tanya Raka
“Putih,
agak tinggi, cakep,matanya pake lensa warna coklat, trus rambutnya panjang lurus”.
Jelas Dion panjang lebar.
“Oooohhhhhhhhhh,
gatau bro,wahahahah”. Ucap ricky ngeledek
“Ah
cumi, gue kira lo tau”.
“Loh
cewek aneh itu, matanya, rambutnya ……. Sedikit mirip sama Via”. Ucap Dion yang
tiba-tiba melihat putri yang lewat didepannya.
“Kenapa
sob?”.
“Ah
engga kok”.
Krriiiinnngggggg, krriiinnngggggg,
kkrrriiiinnnngggg (Bel Masuk)
“Udah
bel, ayo masuk bro.” Ucap Bayu
Mereka semua pun masuk kekelas
masing-masing dan memulai pelajaran dengan tenang.
Saat sepulang sekolah, Dion dan
timnya pun segera pergi ke taman Veros untuk bertanding dengan tim Reno.
Sesampainya di Taman…….
“Ayo
langsung mulai aja”. Tantang Reno.
“Okeh.”
Pertandingan antara mereka pun
dimulai,aku yang tak sengaja datang ke taman tersebut langsung melihat Dion
yang bertanding dengan Reno.Aku mencoba menyemangatinya dari dekat tapi sayang
aku tak bisa. Aku sadar aku bukan siapa-siapa baginya. Aku pun memutuskan untuk
melihat pertandingannya sampai selesai
Namun pada
akhirnya tim Dion yang kalah oleh tim Reno, Dion terlalu meremehkan lawannya,
Dion terlalu meremehkan Reno sehingga Reno pun merubah dirinya dan menjadi baik
dari yang sebelumnya. Aku melihat penyesalan yang dirasakan oleh Dion,saat
semua tim Reno pulang, aku mencoba mendekatinya. Dion hanya mengenalku sebagai
Via. Aku mendekati Dion yang sedang duduk tertunduk.
“Hay”.
Sapaku
“Kapten,
ada cewe cakep, putih, tinggi, rambutnya lurus, matanya pake lensa warna
coklat”. Ucap Ricky yang agak kaget melihatku
“Apa?
Via? Kenapa lo kesini?”, Tanya Dion.
“Gue
emang biasa kesini kan?”. Ucapku
“Oh
jadi ini cewe yang tadi lu certain bro?”. Tanya Raka
“Iya”.
“Emang
Dion cerita apa tentang gue ?”. Tanyaku.
“Bukan
apa-apa kok Vi”. Ucap Dion
“Kenapa
lo badmood gitu? Kalah tanding basket?”. Tanyaku
“Iya,
kok lu tau?”, Tanya Dion
“Makanya
jangan suka ngeremehin lawan, semakin lu remehin dan lu rendahin, semakin kuat
lawan yang lu hadepin.” Ucapku memeberi saran
“Tuh
bos dengerin tuh kata cewek ini.” Ucap Bayu
“Iya,
gue tau gue salah. Oh iya Via kenalin ini temen-temen gue”. Ucap Dion.
“Hay
gue Via”. Ucapku
“Dion yang tadinya cuek, ternyata
bisa jadi pendiem juga yah, gara-gara kalah main basket. “ Pikirku
“Kalo
kalian mau bales kekalahan kalian sama lawan lo yang tadi, latian aja yang
teratur, sebulan lagi bakal diadain pertandingan basket antar SMA, pasti semua
SMA ikut dan pasti kalian bisa tanding lagi sama tim basket yang udah ngalahin
kalian tadi, yak an?”. Ucapku sambil member info yang dipajang di madding
sekolah.
“Kok
lo bisa tau?’ Tanya Dion
“Ehm…..
di madding sekolah gue ada infonya kok”. Ucapku
“Oh
bener juga apa kata lu barusan, kalo kita punya tekad kita pasti bisa ngalahin
tim Reno itu!”. Seru Ricky
“Oke
mulai sekarang kita latian yang teratur, dan gimana kalo Via jadi manager kita?
Setuju kan?”. Ucap Dion dengan semangat.
“Ah
? gue ? jadi manager ? gue aja baru kenal sama kalian, engga, gue engga bisa.”
Ucapku yang tak yakin
“Ayolah
pleaseeee………” Ucap semuanya.
Ehm,
yau dah deh gue setuju”. Ucapku
“Bagus!
Thanks ya!”. Ucap semuanya
“Ehm
ngomong-ngomong lu sekolah dimana? Kok gue baru tau dan baru kenal smaa lo?”,
Tanya Dion.
“Ehm………
gue sekolah di ………….dimana ya? Dimana ja
boleh deh, haha”. Ucapku
Hari demi hari pun berlalu,
kedekatan ku dengan Dion pun semakin dekat, begitupun dengan teman-teman Dion
satu tim.Dion juga tau no handphoneku. Tetapi hari demi hari itu pula aku
semakin merasa tak enak karna sudah membohongi Dion, Dion cuma tau kalau aku
ini bernama Via yang matanya memakai lensa coklat . Aku ingin mengatakan yang
sebenarnya tetapi apa aku bisa ? Aku tak ingin bila ku katakan yang sebenarnya
Dion menjauhiku dan membenciku tapi aku ingin mengatakannya. Tuhan berilah
petunjuk-Mu agar semuanya baik-baik saja.
Malam itu Dion mengirim SMS
kepadaku, dia begitu romantis, aku mulai berfikir bahwa dia mulai menyukaiku.
Betapa senangnya hati ini, Cuma nerima SMS dari dia pun hatiku merasa senang,
apalagi bisa dekat dengannya lebih dari seorang teman, aku berharap itu bisa
terjadi, sangat berharap.aku akan mencoba mengakui kalo aku adalah Putri,
hanya tinggal menunggu waktu yang tepat.
Esoknya disekolah…….
Dion
yang bermaksud menelpon Via saat istirahat,Putri yang lewat didepan Dion pun
tak sengaja mengangkat telp tersebut. Karena tak sadar Via alias Putri menjawab
telpnya.Dion pun heran kenapa Putri yang berbicara,Dion pun mencoba
mengikutinya.….
“Hallo?”
Ucap dion sambil memantau Putri.
“Iya
? kenapa?”. Tanya Putri.
“Ini
beneran Via?”.
“Iya
, ini gue masa lupa sih?”.
Dion pun langsung merampas handphone
Putri lalu menegeceknya. Ternyata saat Dion mencoba menelpon ulang, hape Putri
berdering dan ada tulisan “Panggilan Masuk dari Dion”.
“Elo
? Sebenernya lo siapa? Gue nelp Via kenapa hape lo yang bunyi dan ada nomer gue
di hape lo?”. Ucap dion yang emosi.
“Dion
maaf, gue…………..”
Karena
kesal Dion pun melepaskan kacamata yang ku pakai. Lalu mencopot kuncir rambut
yang kupakai.
“Via
? lo Via kan ? Tapi kenapa ? Ah gue ga ngerti , sebenernya lo Putri si cewek
cupu atau Via cewek yang gue kenal baik dan pengertian?”. Ucapan dion yang agak
membentak.
Aku yang saat itu ketauan oleh Dion
pun merasa sangat bersalah, mungkin ini waktu yang tepat untuk menjelaskan
semuanya. Aku menjelaskan semua yang terjadi slama ini, aku sangat menyesali
perbuatanku. Aku tau aku yang salah.
“Jadi
sebenernya lo itu Putri yang nyamar jadi Via? Lu tega Vi, maksud gue Putri.
Kenapa lo lakuin ini semua? Ini bukan permainan ya? Ga lucu tau. Lo egois,
slama ini gue pikir lo cewek yang lugu dan baik, tapi gue salah, lo cewek licik
yang Cuma mau mamer kecantikan wajah lo doing kan?”. Ucap Dion yang marah.
“
Dion gue engga bermaksud giniin lo, gue Cuma………gue……. Gue minta maaf sama lo “.Ucapku
yang merasa bersalah.
“Udahlah,
lu lupain aja, anggap aja gue engga kenal sama lo”. Ucap dion lalu pergi.
Aku hanya terdiam melihatnya pergi
meninggalkanku dengan rasa kecewa. Air mataku mulai jatuh membasahi pipi ini.
Aku tak tau apa yang harus ku perbuat agar dia dapat memaafkanku. I’m sorry
Dion….Dengan sangat menyesal, aku berusaha meminta maaf ke Dion dsn pasti semua
teman yang lain udah pada tau, saat ku mengikutinya aku engga sengaja mendengar
pembicaraan antar Dion dengan teman-teman satu timnya.
“Ah sial!!!”. Teriaknya.
“lo
knapa kapten?”. Tanya Ricky
“Apa
lo semua tau? Cewek yang kita kenal sebagai manager kita itu, cewek yang kita
anggap sahabat Via itu ternyata Putri”. Ucap dion sangat marah.
“Dion
?”. Ucapku
“Nah
tuh dia orangnya, lo Tanya aja sama dia.” Ucap Dion
Akupun memperlihatkan aku yang
sebenarnya, dan mereka semua pun kaget, untungnya hanya Dion dan teman-teman
basketnya saja yang tau tentang aku. Dion mungkin sangat marah karna merasa
dibohongi oleh aku,tapi aku tak bermaksud.
3 minggu kemudian….
Pertandingan basket akan dimulai
seminggu lagi, tapi Dion masih marah padaku sudah 2 minggu aku tidak bertemu
dengannya, rasanya juga kangen sama dia,mungkin teman-teman yang lain juga
masih marah. Saat ku termenung berdiri di depan kelasku tiba-tiba saja Ricky
dan teman-teman yang lain kecuali Dion, datang menghampiriku dan berkata “Engga
apa-apa kok, kita ga marah sama lo, tenang aja, kita udah maafin lo kok manager
Via”. Ucapnya sambil tersenyum.
“Beneran? Kalian udah bisa maafin
gue ?”. Ucapku sambil tersenyum haru.
“Iya,
tapi Dion belom bisa maafin lo, tapi tenang aja kita bakal bantuin lo kok”.
Ucap Bayu sambil tersenyum.
Entah apa tapi sepertinya hari ini hari
keberuntungan yang ku dapatkan, terima kasih Tuhan.Semua teman-teman Dion
membantuku mereka menyusun sebuah rencana agar aku bisa baikan dengan Dion,
mereka semua teman yang baik, aku merasa sangat menyesal.
Tiga hari sebelum pertandingan,
Ricky menyuruhku untuk datang ke Taman Veros untuk bertemu dengan Dion.Sebenernya
aku belum siap tapi aku ingin dimaafkan olehnya. Sesampainya di Taman, aku
melihat Dion yang duduk terdiam sambil mendribble bola basketnya.
“Dion?
Ehm gue mau……”
“Udah
sini duduk dulu”.
“Gue
minta maaf sama lo, pliss maafin gue, gue bener-bener nyesel ngelakuin itu sama
lo. Gue bener-bener minta maaf sama lo, Dion gue……………….”
“Lo
bisa diem ga?”.
“Tapi
gue ………….
“Gue
udah maafin lo kok, tenang aja”. Jawab Dion singkat
“Maaf banget, gue udah boongin lo”. Ucapku sambil
mulai menangis.
“Kenapa
nangis? Ngerasa bersalah?”.
“Iya”.
“Bagus
deh, yau dah lah jangan nangis, walaupun gue marah banget sama lo juga , gue
tetep ga bisa jauh-jauh dari lo”.
“Maksud
lo?”. Ucapku sambil mengusap air mata
“Gue
sayang sama lo”. Ucap Dion tiba-tiba
“Ha
? apa ? lo bercanda nih pasti, biar gue engga nangis ya kan ?”. Ucapku yang tak
percaya
“Gue
Sayang sama lo!!! Kurang jelas juga ?”. Ucap Dion sambil teriak
“Cieee
yang sayang sama gue, hahah gue sayang lo juga”. Ucapku sambil ngeledek.
“Lo
kok kalo nangis jelek sih? ahahaha”. Ucap Dion yang ngeledek
“Biarin
aja, jelek-jelek gini juga lo naksir ya kan? hehehe” Ucapku
Semenjak saat itu kita berdua udah
jadian lohhh, heheh senangnyaaaaaaa.Mungkin hadiah yang Tuhan beri untukku
karena kesabaranku. Dan semenjak itu juga, aku mengubah penampilanku jadi cewek
biasa yang engga cupu dan aneh lagi.
Saat Pertandingan di mulai. Dion pun
dan timnya bersemangat untuk menghadapi tim basket lainnya, mereka bersaing
dengan lawan lainnya. Dan tiba saat-saat mereka bertanding dengan SMA 25 yaitu
timnya Reno.
“Ini
kesempatan kalian, engga mau kalah lagi kan ?”. Ucapku
“Engga
akan kalah lagi!”. Ucap Dion
“Kita
pasti bisa!”. Ucap Ricky
“Semangat!!!”.
Ucap semuanya.
Aku hanya tersenyum melihat tingkah
mereka yang begitu bersemangat. Hingga pada akhirnya Tim Dion pun menang dengan
score 25 – 22 .Mereka pun tertawa riang menikmati kemenangan yang mereka dapat,
aku ikut senang melihat yang lain senang.
Aku dan teman-teman Dion pun menjadi
sahabat dan Dion adalah orang yang berpengaruh dalam perjalanan hidup yang ku
jalani di luar rumah, di tempat dimana banyak orang-orang yang belum bisa
mengerti apa itu arti “Kasih Sayang”.
TAMAT